Popular Posts

Sering scrolling sambil tiduran bisa sebabkan 6 perubahan fisik ini di tubuh Anda

Ilustrasi main ponsel dan susah tidur (freepik)

Ilustrasi main ponsel dan susah tidur (freepik)

JawaPos.com – Kegiatan menggulir layar ponsel atau scrolling berjam-jam mungkin terasa seperti sarana hiburan yang tidak berbahaya. Namun, di balik kenyamanan tersebut, posisi tubuh yang statis saat menatap layar kecil secara perlahan dapat mengikis kesehatan fisik Anda.

Mulai dari penurunan kualitas penglihatan hingga perubahan postur tulang belakang, kebiasaan menatap ponsel dalam waktu lama mengirimkan sinyal peringatan yang sering kali diabaikan hingga rasa sakit kronis mulai muncul.

Fast & Flexible Solutions

Fast & Flexible Solutions

LenovoLenovo·Bersponsor

call to action icon

Dikutip dari Your Tango, berikut enam perubahan fisik merusak yang terjadi pada tubuh akibat terlalu lama menggulir layar ponsel:

Baca Juga: Resep Rice Paper Dumpling Isi Ayam Tahu, Camilan Gurih Viral yang Renyah dan Juicy

1. Postur Leher Menjorok ke Depan (Text Neck Syndrome)

Saat menunduk melihat ponsel, posisi kepala secara alami bergeser ke depan dan bawah. Pergeseran ini memberi beban tekanan ekstra yang sangat berat pada otot leher dan punggung atas.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan menunduk ini memicu ketegangan otot berulang, nyeri bahu, hingga perubahan struktur postur tubuh yang membuat leher tampak menjorok ke depan secara permanen.

2. Bahu Menjadi Kaku dan Tegang

Tanpa disadari, posisi memegang ponsel dalam waktu lama membuat otot-otot di area bahu berada dalam kondisi canggung dan tegang (stiff).

Jika dibiarkan menjadi rutinitas harian, ketegangan ini akan menetap dan menimbulkan rasa pegal yang menjalar hingga ke area tulang belikat. Mengistirahatkan tangan dan melakukan peregangan ringan sangat dianjurkan untuk meredakan kaku otot.

3. Ketegangan Mata dan Risiko Rabun Dekat

Mata manusia tidak dirancang untuk menatap layar terang berjarak dekat selama berjam-jam tanpa jeda. Aktivitas ini membuat frekuensi berkedip menurun drastis, sehingga memicu mata kering, iritasi, hingga sakit kepala.

Sejumlah literatur medis juga mengaitkan penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dengan peningkatan risiko miopia (rabun dekat), terutama pada usia produktif.

4. Gangguan Pola Tidur dan Produksi Melatonin

Kebiasaan menatap layar sebelum tidur memberi paparan blue light yang mengganggu sinyal tidur alami tubuh dan menghambat produksi hormon melatonin.

Dukungan algoritma media sosial yang tiada habisnya membuat waktu istirahat terulur secara dramatis, yang pada akhirnya merusak kualitas tidur dan menyebabkan tubuh tidak segar saat bangun pagi.

5. Penyusutan Massa Otot akibat Gaya Hidup Pasif (Sedentary)

Scrolling ponsel adalah aktivitas gaya hidup pasif yang minim pergerakan fisik. Menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk atau berbaring yang sama membuat otot-otot tubuh tidak bekerja secara optimal.

Kebiasaan jarang bergerak ini dalam jangka panjang dapat memicu penurunan massa otot, mengganggu kesehatan kardiovaskular, hingga meningkatkan risiko komplikasi metabolisme tubuh.

6. Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Tangan dan Pergelangan

Gerakan jempol yang berulang-ulang serta genggaman erat pada bodi ponsel memberikan tekanan ekstra pada sendi pergelangan tangan dan lengan bawah.

Studi medis menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar secara berlebihan meningkatkan risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yakni kondisi saraf terjepit pada pergelangan tangan yang menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa.

SUMBER: Sering scrolling sambil tiduran bisa sebabkan 6 perubahan fisik ini di tubuh Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *